KH Cholil Nafis: Walau cuma Draf, kok, Kiai Hasyim Nggak Ada

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari.
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari.

i

BACASAJA.ID - Nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tak tercantum dalam draf naskah Kamus Sejarah Indonesia. Hal itu dengan cepat menjadi polemik dan mendulang protes dari sederet kalangan, khususnya warga Nahdiyin.

Salah satu yang merespon keras adalah anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf. Dia menyesalkan tindakan gegabah dari para anggota tim penyusun buku yang tidak mempedulikan kaidah historiografi Indonesia yang objektif.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) ini mengungkapkan, kiprah ulama maupun tokoh Islam lainnya berhak memperoleh kedudukan yang proporsional dalam narasi sejarah bangsa. Pasalnya, eksistensi mereka, secara autentik, telah mewariskan sumbangsih signifikan bagi usaha pendirian Republik.

"Insiden ini sangat fatal dan harus disikapi serius. Dengan kata lain, upaya melenyapkan profil Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dalam ingatan generasi tentang sejarah bangsa kita adalah perilaku ahistoris dan kontraproduktif bagi pengembangan wawasan kebangsaan kita. Tidak cukup sampai di situ, minimnya porsi ulama dalam narasi sejarah kita juga mengindikasikan historiografi kita yang diskriminatif dan kolonialistik," ujar Bukhori, Selasa (20/4/2021).

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklarifikasi bahwa buku yang beredar itu adalah draf naskah softcopy yang disusun sejak 2017. Buku itu adalah buku yang tidak pernah diterbitkan secara resmi oleh Kemendikbud.

Terkait hal ini, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan, kendati masih sebatas draf, Kiai NU itu memandang seharusnya dokumen atau berkas yang menjadi draf harus disimpan baik-baik, sehingga tak bocor ke publik.

"Ya cuman meskipun draf (tapi tokoh) yang lain udah ada keterangannya, Kiai Hasyim sendiri kok tidak ada gitu lho. Meskipun draf kok yang lain ada, Kiai Hasyim belum ada. Itu aja," ujarnya. (snd)

Berita Terbaru

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…

Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla

Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla

Sabtu, 05 Sep 2026 16:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 16:39 WIB

MAMASA – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, S…

Di SMAN 2 Mamuju, Polantas Hadir Melayani dan Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Di SMAN 2 Mamuju, Polantas Hadir Melayani dan Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Sabtu, 05 Sep 2026 13:25 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:25 WIB

POLDA SULBAR  - Komitmen Polantas Polda Sulbar hadir melayani masyarakat terus dilakukan. Kali ini, perhatian tertuju pada generasi pelajar di SMAN 2 Mamuju, …

Bidik Tersangka Baru dari DPR? Korupsi Kuota Haji, KPK Telaah Dugaan Permintaan Uang Panja Komisi VIII

Bidik Tersangka Baru dari DPR? Korupsi Kuota Haji, KPK Telaah Dugaan Permintaan Uang Panja Komisi VIII

Sabtu, 05 Sep 2026 11:47 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:47 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan seluruh fakta dalam persidangan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 akan ditelaah. Salah satu…

Kejaksaan Negeri Magetan Sita Uang Rp1,1 Miliar dari 3 Tersangka Kasus Pokir DPRD

Kejaksaan Negeri Magetan Sita Uang Rp1,1 Miliar dari 3 Tersangka Kasus Pokir DPRD

Sabtu, 05 Sep 2026 11:40 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:40 WIB

MAGETAN- Penyidikan dugaan korupsi anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Magetan tahun anggaran 2020-2024 memasuki tahap akhir. Kejaksaan Negeri (Kejari)…