Status tak Jelas, Karyawan Distributor Wing's Tulungagung Mogok

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan karyawan PT Wagekarya Wahyulestari berkumpul di depan kantor Disnaker Tulungagung.
Puluhan karyawan PT Wagekarya Wahyulestari berkumpul di depan kantor Disnaker Tulungagung.

i

BACASAJA.ID - Merasa diperlakukan tak manusiawi, puluhan karyawan PT. Wagekarya Wahyulestari melakukan mogok kerja dan mengadu ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tulungagung, Rabu (21/4/2021).

PT. Wagekarya Wahyulestari sendiri merupakan distributor produk dari Wing's. Perusahaan ini beralamat di Jalan Pahlawan no. 253 Tulungagung.

Para karyawa berkumpul di depan kantor Disnaker Tulungagung di Jalan Jayeng Kusumo. Selanjutnya 10 perwakilan karyawan diteima oleh Kepala Disnaker dan Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Jawa Timur.

Di depan Kepala Disnaker dan Pengawas Ketenagakerjaan, perwakilan karyawan mengadu perlakuan perusahaan yang semena-mena. Perwakilan karyawan didampingi oleh penasehat hukumnya, Wasono Nugrohadi.

Selepas pertemuan itu, Wasono menjelaskan duduk perkara yang dialami oleh karyawan. Salah satunya adalah status karyawan yang tidak ada kejelasan.

"Ada yang kerja 10 tahun tapi statusnya tidak jelas,” kata Wasono.

Wasono menjelaskan, apa yang diharapkan oleh karyawan tak sesuai dengan janji dari perusahaan. Aduan karyawan ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan antara karyawan, perusahaan dengan dimediasi oleh Disnaker pada Jum’at (23/4/21) lusa siang. Selain status kerja, karyawan juga keluhkan tidak ada transparansi gaji.

Ahmad Jainuri misalnya, pria berkulit sawo matang ini mempertanyakan beban kerja dengan gaji yang menurutnya tidak sesuai.

“Kita itu kerjanya dobel tapi gajinya enggak dihitung,” katanya.

Kalaupun ada hitungan, hasilnya tidak sesuai dengan hitungan karyawan. Lalu pada slip gaji ada beberapa item yang kadang muncul kadang tidak, seperti premi hadir yang kadang ada kadang tidak.

Karyawan juga mendapat intimidasi secara psikis oleh perusahaan. Intimidasi dilakukan dengan memanggil satu persatu karyawan lalu dicecar dengan pertanyaan hingga 4 jam.

“Kemarin ada 2 teman dicecar pertanyaan mulai jam 4 sampai jam 7 enggak dikasih apa-apa, buka cuma dikasih air putih,” papar pria yang bekerja selama hampir 5 tahun itu.

Kepala Disnaker Tulungagung, Agus Santoso yang menerima perwakilan karyawan menjelaskan sudah menampung aduan karyawan. Dari aduan itu dirinya berpendapat ada hal-hal yang perlu diluruskan oleh pemerintah terhadap perusahaan tersebut.

“Intinya kita sebagai penengah, dari keterangan sepihak karyawan ada hal yang terlanggar dari hak karyawan, seperti cuti, keselamatan kerja, hak lembur yang hanya 2 ribu perjam,” terang Agus.

Lantaran masih keterangan sepihak, pihaknya akan mempertemukan kedua belah pihak pada Jum’at lusa. Jika dari pertemuan itu jika aduan karyawan benar, maka pihaknya sebagai perwakilan pemerintah akan menggunakan kewenanganya.

“Perusahaan harus memenuhi hak karyawan,” tegasnya.

Awak media mencoba mengkonfirmasi aksi mogok kerja pada perusahaan. Sayangnya awak media hanya ditemui oleh Satpam perusahaan, Asrofi.

Asrofi sempat meminta ijin pada manajemen terkait keinginan awak media melakukan konfirmasi. Sayangnya pihak perusahaan enggan berkomentar terkait aksi mogok dan aduan karyawan itu.

“Katanya (manajemen) enggak usah,” kata Asrofi. (Noyo/JP).

Berita Terbaru

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, sebagai tersangka. Silmy ditetapkan t…

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

SURABAYA – Di tengah sorotan publik atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang menyeret sebuah spa di kawasan Jalan HR M…

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

BANDUNG- Sengketa kepemilikan lahan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terus berguir. Konflik yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan pihak…

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan Mark-Up anggaran Kontrak…