Polda Jatim Berencana Lockdown Empat Kecamatan di Bangkalan

author bacasaja.id

- Pewarta

Senin, 07 Jun 2021 12:55 WIB

Polda Jatim Berencana Lockdown Empat Kecamatan di Bangkalan

i

Wali Kota Eri Cahyadi memantau langsung penyekatan di Jembatan Suramadu, Senin dini hari (7/6/2021)

BACASAJA.ID - Polda Jawa Timur berencana melakukan mikro lockdown menyusul kabar lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura.

"Kami akan menerapkan mikro lockdown di empat kecamatan," ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: 4 Jenderal Ramaikan Bursa Kapolda Jatim, Dua Pati Pernah Jadi Kapolrestabes Surabaya

Empat kecamatan itu di antaranya Bangkalan, Arosbaya, Klampis, dan Geger. Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pemkab dan Polres setempat.

"Penyemprotan disinfektan di empat kecamatan zina rawan itu segera dilakukan. Operasi yustisi dan pembagian masker juga sedang berlangsung di zona rawan," kata dia.

Nico menginginkan penyekatan dan tes usap antigen di perbatasan Surabaya-Bangkalan terus berlangsung. Personel gabungan sudah disiapkan di sana.

Dia mengimbau kepada warga Bangkalan dan Surabaya yang hendak bepergian harus membawa surat bebas Covid-19 karena pemeriksaan di pos cek poin semakin diperketat.

Baca Juga: Profil Irjen Pol Imam Sugianto yang Kini Jabat Astamaops Kapolri

"Upaya penyekatan, serta mendirikan pos penyekatan di dua sisi, pintu masuk Madura maupun Surabaya, dengan melakukan swab antigen on the spot," ucap dia.

Satu rumah sakit rujukan di daerah Bangkalan akan disiapkan dan rumah sakit lapangan di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) serta menyiapkan enam rumah sakit rujukan di Surabaya.

Keenam rumah sakit itu antara lain RSU dr Soetomo, RSU Universitas Airlangga, RSU Haji Surabaya, RSU PHC, RSU Adi Husada Undaan, dan RSU Al Irsyad.

Baca Juga: Polda Jatim Periksa Pelapor Kasus Penistaan Agama TikToker Metatron

Seluruh masyarakat Bangkalan diminta patuh protokol kesehatan supaya kasus Covid-19 di sana tidak semakin parah.

"Diminta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda memberikan edukasi dan mengoptimalkan PPKM Mikro, terutama RT RW yang ada warganya positif aktif, untuk melakukan tracing terhadap interaksi pasien positif dengan warga sekitar," pungkas Nico. (ads)

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU