Satpol PP Tulungagung Tertibkan Penyewaan Mainan Anak di Alun-Alun

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana alun-alun Tulungagung saat malam.
Suasana alun-alun Tulungagung saat malam.

i

BACASAJA.ID- Keberadaan pedagang kaki lima dan penyewaan mainan membuat pengunjung alun-alun tak nyaman.

Terlebih harga yang dipatok oleh penyewaan mainan lebih mahal dibandingkan lokasi serupa di GOR Lembupeteng.

Keluhan warga ini disampaikan di media sosial facebook @Kacamata Tulungagung dan instagram @tulungagungsparkling.

Dalam instagram @tulungagung sparkling, postingan ini disukai oleh 6.545 netizen dan ratusan komentar. Rata-rata mereka menyoroti kondisi alun-alun yang seindah dulu.

Kondisi alun-alun kini dipenuhi oleh pedagang dan penyewaan mainan mobil-mobilan dan skuter, hingga membuat pejalan kaki terganggu.

Salah satu komentar dari akun @artnisaa bahkan mengatakan takut mengajak anaknya bermain ke alun-alun. Lantaran harus mengeluarkan biaya ekstra.

Padahal alun-alun merupakan tempat wisata gratis milik pemerintah. Alun-alun seharusnya menjadi tempat wisata edukasi anak-anak.

Komentar serupa juga ditemukan di postingan @kacamtan Tulungagung yang membahas tentang alun-alun.

Menanggapi aduan warga di media sosial itu, Kasatpol PP Tulungagung melalui Kabid Trantibum, Yulius Rahma Isworo mengatakan pihaknya sering melakukan penertiban pada pedagang dan penyewaan mainan itu.

Namun mereka melakukan aksinya secara bkucing-kucingan dengan petugas.

“Kita tidak memungkiri hal itu sering terjadi, mulai hari ini dan kedepan akan kita bersihkan,” ujar Yulius.

Dirinya akui fungsi alun-alun memang untuk ruang terbuka hijau (RTH). Dan sebagai RTH, alun-alun tidak boleh digunakan untuk berdagang dan kegiatan usaha menyewakan mainan.

Namun diperbolehkan jika ada keluarga yang datang membawa mainan dan bermain di situ.

Menurut Yulius, pihaknya acap kali memberikan arahan pada pedagang dan usaha penyewaan mainan untuk mencari lokasi lain.

Rerata mereka adalah wajah lama dan sudah pernah dibawa ke kantor Satpol PP dan diberikan penjelasan tentang fungsi alun-alun.

“Kalau di alun-alun memang tidak bisa,” terangnya.

Lokasi lain yang dimaksud adalah GOR Lembupeteng. Selama ini pihaknya masih bersikap persuasive terhadap pedagang dan pemilik penyewaan mainan.

Pihaknya bakal memberikan sanksi lebih tegas berupa tindak pidana ringan (tipiring).

“Karena mereka juga warga Tulungagung dan penggerak ekonomi masyarakat,” kata Yulius.

Dirinya akui banyak aduan yang masuk padanya, baik dari masyarakat maupun kelompok-kelompok tertentu.

Namun dirinya berdalih kekurangan personil untuk melakukan penertiban pada pedagang dan pemilik usaha penyewaan mobil mainan.

“Nunggu di situ (alun-alun) kita enggak mampu karena kegiatan kita banyak,” katanya.

Rencananya pihaknya akan memanggil penggerak pedagang disitu. Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan dinas lainya.

Sebenarnya, pihaknya pernah melakukan hal serupa. Beberapa pedagang mau dipindah ke GOR Lembupeteng.

Setelah pedagang lama pindah, muncul pedagang lainya di alun-alun.

“Pertanyaanya apakah kita harus menyiapkan tempat lagi atau mungkin itu masih cukup di GOR?” kata Yulius.

Saat berita ini ditulis, kondisi alun-alun tampak lengang. Tak tampak pedagang maupun penyewaan mainan. (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Pasutri Terperosok ke Proyek Gorong-gorong Pemkot Surabaya, Istrinya Meninggal Dunia

Pasutri Terperosok ke Proyek Gorong-gorong Pemkot Surabaya, Istrinya Meninggal Dunia

Sabtu, 13 Jun 2026 08:54 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 08:54 WIB

SURABAYA- Pasangan suami istri (Pasutri) lanjut usia (lansia) tercebur ke proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plaza Marina,…

KPK Usut Dugaan Pengumpulan Informasi dalam Perkara Suap Impor

KPK Usut Dugaan Pengumpulan Informasi dalam Perkara Suap Impor

Sabtu, 13 Jun 2026 08:50 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 08:50 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, sebagai saksi. Iskansar diperiksa…

SPMB SMP Surabaya 2026 Tahap Validasi Data, Dispendik Pastikan Proses Seleksi Transparan

SPMB SMP Surabaya 2026 Tahap Validasi Data, Dispendik Pastikan Proses Seleksi Transparan

Sabtu, 13 Jun 2026 08:47 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 08:47 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SMP Negeri berjalan…

Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026: Kontingen Surabaya Siap Menangkan Hadiah Rp100 Juta

Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026: Kontingen Surabaya Siap Menangkan Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 13 Jun 2026 08:44 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 08:44 WIB

SURABAYA- Perkumpulan Unit-Unit Reog Kota Surabaya (Purbaya) siap mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI…

Sentana Dalem Trah Pakubuwono II hingga XIII Bersatu, Dorong Peneguhan PB XIV Hangabehi

Sentana Dalem Trah Pakubuwono II hingga XIII Bersatu, Dorong Peneguhan PB XIV Hangabehi

Sabtu, 13 Jun 2026 08:37 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 08:37 WIB

Keluarga besar Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar pertemuan dan menyampaikan petisi dukungan untuk Sinuhun PB XIV Hangabehi.…

Dinasti Mataram Bersatu, Petisi Sentonodalem Tegaskan Dukungan untuk SISKS Paku Buwono XIV

Dinasti Mataram Bersatu, Petisi Sentonodalem Tegaskan Dukungan untuk SISKS Paku Buwono XIV

Jumat, 12 Jun 2026 22:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 22:09 WIB

Petisi yang dibacakan GKR Koes Moertiyah Wandansari dan disepakati sentonodalem trah Paku Buwono II hingga XIII menegaskan dukungan kepada SISKS Paku Buwono XIV…