Warga Desa Tulungagung Ini Konsumsi Air Telaga Sirah yang Banyak Bakteri E. Coli, BBTKLPP Turun Tangan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala BBTKLPP menunjukan portabel Chlorinator yang dipasang di tandon air dusun Gleduk Desa Sukodono, Tulungagung.
Kepala BBTKLPP menunjukan portabel Chlorinator yang dipasang di tandon air dusun Gleduk Desa Sukodono, Tulungagung.

i

BACASAJA.ID - Air menjadi kebutuhan setiap makhluk hidup. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air.

Kekurangan cairan berdampak dengan tangan tak seimbangnya kondisi tubuh, atau sering disebut dehidrasi.

Kebutuhan akan air bisa dicukupi dengan meminum air yang bersih. Namun bagaimana jika air yang kita minum mengandung bakteri?.

Bakteri bisa dihilangkan dengan memasak air terlebih terlebih dahulu, atau melakukan pengolahan air, salah satunya dengan chlorine (klorin)

Sayangnya penggunaan chlorine sebagai pembunuh bakteri masih belum dikenal luas oleh masyarakat.

Selain itu pembersih chlorine di pasaran juga dibanderol dengan harga selangit.

Menjawab tantangan itu, Tim TTG Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya melakukan implementasi Portable Chlorinator di Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo, Minggu (24/7/21).

Desa ini dipilih lantaran sekitar 400 warganya masih menggunakan air bersih yang belum bebas bakteri.

“Pemasangan alat dapat mematikan bakteri penyebab penyakit sehingga air yang digunakan warga lebih terjamin kesehatannya,” jelas Kepala BBTKLPP, Rosidi Roslan.

Menurut Rosidi, alat yang diberi nama portabel chlorinator ini mampu membunuh bakteri dalam air, sehingga air menjadi aman diminum langsung.

Pengembangan Portabel Chlorinator dilakukan sejak setahun terakhir di Nusa Tenggara.

Hasilnya mampu menurunkan bakteri dalam air menjadi nol.

“Menjadi disinfektan air, air yang tidak memenuhi syarat secara biologi, akhirnya dengan alat ini bisa memenuhi syarat air sesuai peraturan Menkes,” terang Rosidi.

Portabel Chlorinator berbentuk tabung berdiameter 4 inchi dengan 2 pipa berdiameter 0,5 inchi dan 3 inchi.

Sistem kerjanya dengan mengalirkan air melalui pipa besar. Lalu sebagian air masuk ke pipa kecil yang terhubung dengan tabung Chlorinator.

Setelah bercampur dengan chlorine, air lalu keluar melalui pipa kecil dan bercampur dengan aliran air di pipa besar.

Desainnya berbeda dengan Portable Chlorinator lainnya karena adanya wadah Chlorine dengan ball valve yang dapat mengatur debit desinfektan sesuai kebutuhan.

Dari data Dinas Kesehatan Tulungagung, air HIPAM di Tulungagung belum memenuhi syarat bakteriologi. Salah satunya HIPAM di Desa Sukodono.

Apalagi pada tahun 2016-2017 pernah menjadi lokasi pengamanan air minum dari Kementerian Kesehatan dengan 2 desa lainya.

“Kalau sini ada bakteri Ecoli-nya, kemarin sekitar 5 ribu lebih,” ujar Kadinkes melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Wiji Astutik.

Tingginya angka Ecoli disebabkan adanya sampah didekat mata air. Atau adanya pencemar lain berupa lokasi yang dekat dengan kandang.

“Kalau Telaga Sirah tempatnya dekat dengan persawahan, sehingga memungkinkan cemaran dari pupuk dan pestisida,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Sukodono, Muyasaroh menjelaskan selama ini warganya memanfaatkan air yang berasal dari telaga Sirah.

Lalu pada 2003 dibuatlah tandon air berukuran 4x4x4 meter yang berjarak sekitar 700 meter dari Telaga Sirah. Tandon ini mampu menampung air sekitar 50 m kubik.
Air ini dipompa menggunakan pompa listrik.

Sayangnya, kondisi telaga Sirah terlihat kotor dan memungkinkan terdapat bakteri berbahaya. Sehingga bisa menimbulkan penyakit jika dikonsumsi.

Ada 200 KK di Dusun Gleduk Desa Sukodono yang menggunakan air dari Telaga Sirah ini.

Muyasaroh mengatakan sejak dipasang Portabel Chlorinator, air menjadi lebih bersih dan jernih.

“Jadi lebih segar,” ucapnya singkat.

Muyasaroh berharap dengan kualitas air yang lebih baik, kualitas kesehatan warganya juga meningkat. (t.ag/jp/r4)

Berita Terbaru

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

BANDUNG- Sengketa kepemilikan lahan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terus berguir. Konflik yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan pihak…

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan Mark-Up anggaran Kontrak…

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Anggota DPR RI Dukung Penyegaran Pimpinan BGN, Minta Program MBG Lebih Akuntabel

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:37 WIB

JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi N…

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 14:31 WIB

SURABAYA-  Pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama arah pembangunan Kota Surabaya dalam beberapa tahun ke depan. Selain proyek jalan lingkar yang …