Mobilitas Warga saat PPKM Turun 20 Persen, Wilayah Pinggiran justru Meningkat

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro.

i

BACASAJA.ID - Untuk menekan penularan covid-19, pemerintah menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Mulai dari PPKM darurat, hingga perpanjangan PPKM Level 4.

Untuk menyukseskan pemberlakuan PPKM, Pemkab Tulungagung melakukan beberapa upaya. Salah satunya dengan membatasi mobilitas warga.

Pembatasan mobilitas warga dilakukan dengan rekayasa lalu lintas, hingga pemadaman lampu penerangan jalan umum di sejumlah ruas jalan.

Namun benarkah cara ini efektif dalam menurunkan mobilitas warga?

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro menjelaskan, sejak dilakukan upaya pembatasan mobilitas, angka mobilitas warga turun hingga 20 persen.

Penurunan ini dipantau dari pergerakan akun media sosial. Salah satunya menggunakan aplikasi “facebook mobility” dan mengukur aktifitas akses internet dengan “Google traffic”.

“Stagnan angkanya di kisaran 20%, itu sudah tetap disitu dalam beberapa hari terakhir ini,” ujarnya.

Angka itu menurut Galih sudah maksimal untuk wilayah perkotaan, dan terpantau belum ada penurunan.

Sayangnya, justru di wilayah pinggiran, angka mobilitas warga alami peningkatan, namun dirinya belum merinci peningkatan yang dimaksud.

“Peningkatan di wilayah pinggiran meningkat jika berkaca pada aplikasi satelit,” ucapnya.

Padahal dari Satgas Provinsi Jawa Timur menargetkan penurunan mobilitas bisa menyentuh angka 30 persen pada PPKM level 4 ini.

“Kalau bicara target,kita diharapkan bisa menekan mobilitas warga ini sampai 30%, terus kita akan upayakan,” jelasnya.

Kini pihaknya masih melakukan evaluasi bersama dengan pihak lainnya, untuk merumuskan strategi yang tepat agar penurunan mobilitas warga di Tulungagung bisa dilakukan.

“Kita bersama Satlantas dan pihak lain akan terus melakukan evaluasi, untuk mencapai target yang diinginkan,” pungkasnya. (t.ag/JP).

Berita Terbaru

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…

Lulus Kuliah tapi Data di KK Masih SMA, Pemkot Surabaya Imbau Warga Segera Update

Lulus Kuliah tapi Data di KK Masih SMA, Pemkot Surabaya Imbau Warga Segera Update

Jumat, 04 Sep 2026 12:37 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:37 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong masyarakat agar memastikan data pendidikan dalam dokumen kependudukan selalu diperbarui. Langkah ini…