Penggunaan Aplikasi Pedulilindungi di Tulungagung masih Minim

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon penumpang di Terminal Gayatri, Donna tunjukan aplikasi peduli lindungi miliknya.(Joko Pramono for BACASJA.ID)
Calon penumpang di Terminal Gayatri, Donna tunjukan aplikasi peduli lindungi miliknya.(Joko Pramono for BACASJA.ID)

i

BACASAJA.ID - Pemerintah telah mewajibkan penggunaan aplikasi pedulilindungi.id bagi warga yang bepergian atau berbelanja ke pusat perbelanjaan.

Sayangnya penggunaan aplikasi yang bisa melihat status vaksin dan status kesehatan masyarakat ini masih minim digunakan.

Salah satunya terlihat di Terminal Gayatri Kabupaten Tulungagung. Dari 1.500 an pengunjung terminal Kabupaten Tulungagung ini, hanya 5-10 orang yang baru menggunakan aplikasi ini.

Itupun petugas harus berkeliling untuk menanyai penumpang yang hendak menggunakan moda transportasi bus ke luar kota ini.

Koordinator Satuan Pelaksana Terminal Gayatri, Dukut Sismantoyo menuturkan penggunaan aplikasi ini masih sebatas sosialisasi, sehingga penggunaannya belum banyak.

“Jadi belum bisa digunakan (dipaksakan) bagi pengendara bus,” jelas Dukut, Kamis (16/9/21).

Berbeda dengan di bandara atau pelabuhan yang penggunaan aplikasi ini sudah diperketat.

Disinggung kendala dalam penerapan aplikasi ini pada pengendara bus, Dukut jelaskan salah satunya gawai warga yang tidak mendukung, atau pengguna gawai gagap teknologi lantaran usianya yang sudah tua.

Selain itu penggunaan aplikasi ini belum tersosialisasi dengan baik, sehingga banyak warga yang belum menggunakan aplikasi ini.

“Makanya kita gencar sosialisasi ke penumpang,” jelasnya.

Sebagai bentuk sosialisasi, pihaknya mempunyai petugas yang berkeliling mengedukasi penumpang, dan menempelkan kode batang di pintu masuk terminal untuk di scan oleh penumpang.

Warga yang sudah mempunyai aplikasi ini diarahkan untuk scan kode batang yang ditempelkan.

Untuk yang belum punya diarahkan untuk mengunduh aplikasi ini dan diajari penggunaanya. Untuk sekarang, pihaknya tak bisa memaksakan warga untuk menggunakan aplikasi ini.

“Nanti takutnya mereka malah naik bus dari luar terminal dan merugikan kita,” katanya.

Terpisah, salah satu penumpang, Donna Zulfa Ulin Nuha yang hendak pergi ke Malang, mengaku sudah mempunyai aplikasi ini.

Namun dirinya tidak mengetahui adanya kewajiban untuk scan kode batang jika hendak masuk ke Terminal.

“Sudah punya, tapi kalau disini belum tahu kalau harus menggunakan aplikasi itu,” jelasnya.

Menurut gadis berjilbab itu, banyak keuntungan yang didapat dengan aplikasi ini. Dirinya tak perlu repot membawa kartu vaksin.

Di dalam aplikasi ini sudah ada kartu vaksin digital yang bisa dibawa dan ditunjukan dimanapun dan kapanpun.

“Enggak perlu repot bawa kartu vaksin, kalau ke pusat perbelanjaan tinggal tunjukan saja,” pungkasnya.

Pada aplikasi pedulilindungi.id ini, akan muncul status vaksin dan kesehatan individu.

Ada 4 warna yang akan ditunjukan sesuai status orang itu. Hijau untuk sudah vaksin 2 kali dan sehat. Mereka dengan warna ini boleh beraktivitas di luar rumah.

Warna oranye berarti yang bersangkutan boleh memasuki lokasi tapi harus mematuhi kebijakan pengelola lokasi.

Warna merah berarti orang tersebut belum di vaksin dan harus melakukan vaksin Covid-19.

Terakhir warna hitam, berarti merupakan orang yang positif covid-19 atau kontak erat pasien covid-19.

Mereka tidak boleh beraktivitas diluar dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan atau karantina (JP/t.ag/RG4)

Berita Terbaru

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

JAKARTA– Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian f…

Tepis Klaim Hotman Paris, Mensesneg: Pemeriksaan Febrie Tak Perlu Izin Presiden

Tepis Klaim Hotman Paris, Mensesneg: Pemeriksaan Febrie Tak Perlu Izin Presiden

Senin, 20 Jul 2026 19:52 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:52 WIB

JAKARTA- Istana Kepresidenan membantah klaim pemeriksaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah harus mendapat izin Presiden terlebih dahulu. Penegasan tersebut…

Sertijab Ka Yanma Polda Sulbar, Kapolda: Jaga Amanah Ini dengan Tanggung Jawab

Sertijab Ka Yanma Polda Sulbar, Kapolda: Jaga Amanah Ini dengan Tanggung Jawab

Senin, 20 Jul 2026 14:53 WIB

Senin, 20 Jul 2026 14:53 WIB

POLDA SULBAR - Upacara serah terima jabatan Ka Yanma Polda Sulbar berlangsung khidmat di Lobi Utama Mapolda Sulbar, Senin (20/7/26). Kegiatan ini dipimpin…

Cetak Bintara Berintegritas, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Buka Pendidikan Polri TA 2026 di SPN Batua

Cetak Bintara Berintegritas, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Buka Pendidikan Polri TA 2026 di SPN Batua

Senin, 20 Jul 2026 11:02 WIB

Senin, 20 Jul 2026 11:02 WIB

POLDA SULBAR– Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Berkemampuan …

Wali Kota Eri Cahyadi Cari Langsung Umik Terduga Pelaku Pungli PKL di Taman Bungkul Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Cari Langsung Umik Terduga Pelaku Pungli PKL di Taman Bungkul Surabaya

Senin, 20 Jul 2026 10:34 WIB

Senin, 20 Jul 2026 10:34 WIB

SURABAYA- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, …

Langkah Menjadi Bhayangkara Sejati, Tradisi Gunting Rambut Warnai Pembukaan Pendidikan Bintara Polda Sulbar

Langkah Menjadi Bhayangkara Sejati, Tradisi Gunting Rambut Warnai Pembukaan Pendidikan Bintara Polda Sulbar

Senin, 20 Jul 2026 10:29 WIB

Senin, 20 Jul 2026 10:29 WIB

POLDA SULBAR- Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti halaman Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Barat, Senin (20/7/26). Usai upacara pembukaan…