Jelang Pembangunan Jalan Tol di Tulungagung, Awas Mafia Tanah

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sosialisasi mafia tanah oleh BPN dan Kejaksaan Negeri Tulungagung.
Sosialisasi mafia tanah oleh BPN dan Kejaksaan Negeri Tulungagung.

i

BACASAJA.ID - Masyarakat diminta untuk mewaspadai keberadaan mafia tanah, jelang pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tulungagung.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Mujiarto saat mengisi sosialisasi mafia tanah oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Tulungagung, Rabu (23/2/22).

Menurut Mujiarto, mafia tanah harus diperangi lantaran merugikan masyarakat.

“Kalau tidak diperangi akan merajalela,” jelasnya.

Pemerintah telah menetapkan pembangunan PSN 2 ruas jalan tol di Tulungagung. Yaitu ruas jalan tol Kediri-Tulungagung dan Kepanjen-Tulungagung.

Banyak tanah warga terdampak pembangunan ini. Pemerintah memberikan ganti tanah masyarakat dengan nilai 3-4 kali lipat dari harga pasaran.

“Rawan (mafia tanah), makanya saya sampaikan ke masyarakat supaya jangan percaya isu-isu yang belum jelas,” terangnya.

Untuk menghindari agar tak terjerumus bujuk rayu mafia tanah, dirinya meminta masyarakat mengecek status tanah sebelum bertransaksi.

Hendaknya warga bertanya dulu ke BPN untuk kejelasan status tanah tersebut. Modus yang dilakukan oleh mafia tanah biasanya memalsukan sertifikat tanah.

Jika ditemukan mafia tanah, warga bisa melaporkan ke Polisi, Kejaksaan atau langsung ke BPN.

“Ditindaklanjuti, ditelusuri mana yang memenuhi unsur,” pungkasnya.

Menurutnya, hingga kini belum ditemukan laporan adanya mafia tanah di Tulungagung.

Sementara itu Kepala BPN Kabupaten Tulungagung, Tulus Susilo jelaskan mafia tanah biasa beraksi di lokasi yang harga tanahnya tinggi, atau ada pembangunan PSN di lokasi tersebut.

“Biasanya diawali dengan nilai tanah yang tinggi dan tidak pernah dikuasai, ini punya potensi,” terang Tulus.

Daerah yang dibangun PSN, biasanya harga tanah melonjak hingga 3-4 kali lipat dari pasaran.

Mafia tanah biasanya bekerjasama dengan perangkat desa untuk memuluskan aksinya.

“Kalau terlanjur (terbit sertifikat) maka kita harus berani membatalkan jika terbukti mafia tanah,” katanya.

Untuk antisipasi pihaknya sudah melakukan pemetaan lahan dari desa ke desa. Langkah lainya dengan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) untuk mengantisipasi adanya mafia tanah.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan,” tutur pria berkumis tersebut.

Warga juga diminta untuk memelihara tanahnya dengan mengawasai patok dan dan melengkapi surat-surat tanahnya. (JP/t.ag/RG4)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…