SURABAYA, Bacasaja.id - Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur sekaligus Ketua Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim, Bambang Haryo Soekartono, melakukan kunjungan langsung ke Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) atlet pencak silat dan tarung derajat.
Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus evaluasi menjelang persiapan PON Bela Diri 2025.
Baca juga: DJP Jawa Timur Blokir Serentak Rekening 3.185 Penunggak Pajak
Kehadiran Bambang Haryo disambut antusias para atlet dan pelatih yang tengah fokus menjalani latihan intensif. Ia menegaskan pentingnya dukungan langsung dari pengurus induk olahraga dalam menjaga semangat juang para atlet menjelang kompetisi besar.
“Kami menargetkan bisa meraih tiga hingga lima emas. Pada Kejurnas Junior kemarin, kita sudah berada di posisi kedua terbaik. Bahkan salah satu atlet kita adalah juara dunia di India,” ujar Bambang Haryo penuh semangat, Senin (6/10/2025).
Pria yang akrab disapa BHS itu juga menyampaikan optimismenya bahwa IPSI Jatim mampu mempertahankan tradisi juara. Ia menyebut, IPSI Jatim kini memiliki basis kuat dengan kehadiran di hampir 30 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Mohon doa masyarakat Jawa Timur agar target juara umum bisa tercapai,” imbuhnya.
Sebagai Ketua Umum Kodrat Jatim, Bambang juga menyoroti capaian positif dalam ajang POMNAS, di mana timnya berhasil finis di posisi kedua dengan perolehan empat emas dan empat perak.
“Sebenarnya bisa juara umum satu, hanya saja ada aturan baru yang membuat beberapa gerakan didiskualifikasi,” jelasnya.
Untuk menghadapi PON Bela Diri 2025, ia menargetkan enam medali emas bagi tim Kodrat Jatim.
“Insya Allah bisa tercapai. Kami mendapat kuota 10 atlet dari KONI, tinggal restu dan doa masyarakat Jawa Timur agar hasilnya maksimal,” tutupnya optimistis.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menilai langkah IPSI dan Kodrat Jatim sebagai contoh positif bagi cabang olahraga (cabor) lain.
Baca juga: Said Abdullah Tegaskan Jatim Rumah Ijo-Abang, NU dan PDIP Tak Terpisahkan
“Semoga langkah IPSI dan Kodrat ini bisa menjadi teladan bagi cabor lain, agar rutin turun ke lapangan, memberi evaluasi, dan memotivasi atlet,” ujar Nabil.
Nabil menambahkan, Puslatda merupakan momentum penting untuk mengukur kesiapan atlet menjelang PON 2028. Ia juga menyoroti capaian di ajang POMNAS lalu dengan torehan dua emas dan empat perak sebagai bahan evaluasi menuju target yang lebih tinggi.
“Waktunya sangat singkat, jadi yang terpilih benar-benar atlet terbaik. Kami harap mereka mampu mendulang emas di PON nanti,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi