SURABAYA, Bacasaja.id – Jajaran Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan 34 pria yang diduga terlibat dalam pesta seks sesama jenis di sebuah hotel kawasan Ngagel, Surabaya, pada Minggu (19/10/2025) dini hari. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang mencurigai aktivitas tidak wajar di hotel tersebut.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Muhammad Saifuddin, memberikan apresiasi atas keberhasilan aparat kepolisian dalam membongkar praktik yang meresahkan masyarakat itu.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja Polrestabes Surabaya dalam mengungkap dan mengamankan pesta gay. Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral bangsa. Kalau dibiarkan, moral anak-anak di Kota Surabaya akan rusak. Karena itu, saya minta kasus ini diusut sampai ke akar-akarnya,” ujar politisi yang akrab disapa Bang Udin, Senin (20/10/2025).
Terkait kabar adanya oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang turut diamankan, Bang Udin mendesak agar aparat menindaklanjutinya dengan serius.
“Saya minta untuk diusut, dipanggil, dan diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Dukung Rotasi 78 Pejabat Pemkot Surabaya, Komisi A: Harus Bekerja Lebih Keras!
Lebih lanjut, legislator asal Partai Demokrat itu mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengambil langkah preventif dengan memperkuat edukasi moral, pembinaan keagamaan, serta dukungan psikologis bagi masyarakat.
“Masifkan edukasi agama dan moral, libatkan semua unsur termasuk psikolog agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Baca juga: Tanah Milik Warga Diklaim Aset Pemkot Surabaya, DPRD Sentul Satgas Anti-Mafia Tanah
Bang Udin juga mengungkapkan, dalam waktu dekat Komisi A DPRD Surabaya akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta penertiban tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi praktik immoral.
“Saya berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. Surabaya tidak boleh dikotori dengan praktik-praktik yang menyerupai umat Nabi Luth. Kota ini harus tetap menjaga nilai moral dan keagamaannya,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi