SURABAYA- Kemacetan panjang akibat proyek pemasangan box culvert di Jalan Prof. Dr. Moestopo memicu sorotan Komisi C DPRD Surabaya. Selain mengganggu mobilitas warga, kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat akses menuju RSUD Dr. Soetomo, sehingga kontraktor didesak segera membenahi pengaturan lalu lintas, penempatan material proyek, dan jadwal pekerjaan agar tidak mengganggu jalur menuju rumah sakit rujukan tersebut.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menilai buruknya manajemen proyek telah memicu kemacetan panjang yang merugikan masyarakat. Menurutnya, minimnya rambu-rambu peringatan serta penempatan material proyek yang memakan badan jalan menjadi penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Barrier Pemkot Dipakai Kontraktor, Pertanyakan Komitmen K3 Proyek
"Catatan utama kami tertuju pada minimnya rambu pengerjaan proyek sejak dari radius jauh, ditambah penempatan material box culvert yang memakan separuh jalan tanpa pengaturan lalu lintas yang jelas. Hal ini sangat fatal karena jalur tersebut merupakan salah satu akses menuju RSUD Dr. Soetomo yang tidak boleh mengalami bottleneck panjang," tegas Achmad, Kamis (2/7/2026).
Politikus Partai Golkar itu menambahkan, kemacetan yang terjadi setiap hari juga dipicu aktivitas mobilisasi alat berat pada jam-jam sibuk. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Surabaya menginstruksikan perubahan jadwal pekerjaan agar tidak memperparah kepadatan lalu lintas.
"Pengerjaan proyek beserta mobilisasi alat berat sebaiknya dimaksimalkan pada malam hari, idealnya di atas pukul 22.00 WIB saat jalanan mulai sepi. Jangan memaksakan bermanuver di pagi atau sore hari yang justru merugikan masyarakat luas dan menghambat mobilitas warga," ujarnya.
Baca juga: Proyek Pemkot Surabaya Bikin Warganya Tewas, Kepala DSDABM dan Kontraktor Terancam Diproses Hukum
Selain persoalan rekayasa lalu lintas, Achmad juga menyoroti penataan material proyek yang dinilai semrawut. Tumpukan tanah galian dan material beton yang berada di badan jalan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor saat kondisi hujan.
"Manajemen penempatan material dan kebersihan area galian harus ditata ulang. Jangan sampai sisa tanah terbawa ke aspal dan membahayakan pengendara motor saat hujan. Pengaturan lalu lintas di sekitar area tumpukan material juga harus dijaga petugas khusus agar pengendara tidak kebingungan mencari jalur aman," jelasnya.
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tetap penting, namun pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat maupun akses menuju fasilitas kesehatan. Menurutnya, jalur menuju RSUD Dr. Soetomo harus tetap dapat dilalui dengan lancar, terutama untuk ambulans, pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang membutuhkan layanan darurat.
Achmad meminta Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Komisi C DPRD Surabaya, kata dia, tidak akan ragu memanggil pihak-pihak terkait apabila rekomendasi perbaikan tidak segera dijalankan.
"Jika catatan terkait rambu, penempatan material, pengaturan lalu lintas, hingga keharusan memaksimalkan pengerjaan di malam hari ini masih diabaikan, kami akan segera memanggil pihak terkait. Kami tidak akan segan merekomendasikan sanksi berat kepada pelaksana proyek yang terbukti mengorbankan kepentingan publik," pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi