SURABAYA, Bacasaja.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H., meninjau langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Sidotopo Wetan, Jumat (31/10). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Cahyo berdialog dengan tenaga kesehatan serta warga yang tengah memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis. Ia memberikan apresiasi kepada para nakes yang aktif memberikan edukasi dan pelayanan deteksi dini penyakit tidak menular.
“Program CKG ini sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Dalam tahap awal saja, sudah ada 30 hingga 50 warga yang rutin memanfaatkan layanan setiap bulan,” ujar Cahyo.
Politisi muda dari Fraksi Gerindra itu menyebut, program yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan warga, tapi juga membantu pemerintah daerah dalam menekan pembiayaan sektor kuratif.
“Jika masyarakat rutin cek kesehatan, potensi munculnya penyakit berat bisa ditekan. Ini investasi besar untuk masa depan kesehatan daerah,” tegasnya.
Cahyo juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan Puskesmas agar program ini terus berkembang. Ia memastikan Komisi E DPRD Jatim akan terus mengawal implementasi CKG di seluruh daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Jawa Timur, khususnya Surabaya, bisa mendapatkan akses pemeriksaan gratis tanpa hambatan,” tambahnya.
Kepala Tim Kerja PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Surabaya, Nur Laila, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat semakin meningkat sejak program ini tidak lagi dibatasi oleh tanggal ulang tahun. “Kini warga bisa cek kesehatan kapan pun. Kami juga aktif turun ke masyarakat melalui kegiatan di Balai RW, sekolah, hingga tempat ibadah,” ujarnya.
Berkat pola jemput bola tersebut, Surabaya kini menjadi kota dengan angka pemanfaatan CKG tertinggi di Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sidotopo Wetan, dr. Evi Susanti, mengaku bangga atas perhatian DPRD Jatim.
“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar manfaat program semakin luas dirasakan warga,” ungkapnya.
Dari hasil pemantauan dashboard ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku), tiga kasus terbanyak yang terdeteksi melalui program CKG di Jawa Timur meliputi karies gigi, hipertensi, dan diabetes melitus.
Dengan capaian ini, DPRD Jatim optimistis bahwa program CKG akan terus berkembang dan menjadi ujung tombak dalam menekan angka penyakit kronis di masyarakat. (dims)
Editor : Redaksi