Bangun Embung, Mas Dhito Ingin Petani Tak Kesulitan Air Saat Kemarau

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

BACASAJA.ID - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri membangun embung di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung yang dimanfaatkan sebagai penampungan air selama musim penghujan.

Pembangunan embung itu, bagian dari program prioritas Mas Dhito untuk pengembangan agropolitan di wilayah Pare, Kandangan, Puncu, Kepung atau yang biasa disebut Pakan Cupung. Daerah itu dikenal sebagai wilayah penghasil cabe di Kediri.

Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Anang Widodo menyampaikan, konsep pembangunan embung itu untuk memanen air yang akan digunakan menambah kebutuhan air saat musim kemarau.

"Dengan pembangunan embung ini diharapkan mampu mengurangi cost biaya produksi terutama kebutuhan air," katanya, dikutip Rabu (19/1/2022).

Anang menerangkan, selama ini pada musim kemarau, petani di Kebonrejo, Kepung untuk menyiram tanaman dengan cara membeli air. Adapun biaya yang dikeluarkan Rp 180 ribu per satu tangki ukuran 2.400 liter untuk sekali pengairan lahan seluas satu hektar.

"Padahal dalam musim tanam cabe sampai 20 kali pengairan, sehingga total biaya pengairan sekitar Rp 3,6 juta untuk tiap hektarnya," terangnya.

Selain mengurangi biaya produksi, disisi lain adanya embung itu petani juga masih bisa menambah musim tanam sekitar satu bulan. Sebagai gambaran, selama ini, pada bulan Juni air sudah tidak mencukupi untuk budidaya. Adanya embung itu, sampai bulan Juli air diharapkan masih tersedia.

Embung yang dibangun di dataran tinggi itu memiliki ukuran panjang 60 meter dan lebar 13 meter. Debit air yang bisa ditampung sekitar 2.500 meter kubik dengan potensi terdampak area lahan sekitar 25 hektar. Mayoritas komoditas petani di area tersebut tanaman jenis hortikultura, seperti cabe, tomat, dan sayur.

Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan (PSP) Dispertabun Arahayu Setyo Adi menambahkan, embung yang pembangunannya selesai dilakukan akhir 2021 itu dibuat dengan pengerukan tanah, kemudian dilapisi menggunakan geomembran yang terbuat dari bahan sintetis.

"Tingkat kebocoran dan penguapan air menggunakan bahan geomembran ini juga rendah," tambahnya.

Pada tahun 2022 ini, lanjut Adi, akan dilakukan pipanisasi sejauh 2 kilometer yang diambilkan dari embung. Diharapkan penambahan pipanisasi itu mampu menambah cakupan luasan lahan yang bisa dialiri dari embung.

"Kita rencana tahun ini juga akan membangun embung di Kampung Baru, Kepung," tandasnya. (KDR/RG4)

Berita Terbaru

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya terus melanjutkan program normalisasi Ruang Sungai Kalianak yang kini memasuki tahap ketiga, Senin (20/7/2026). Program ini merupakan…

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …