Harga Kedelai Tinggi, Disperindag Tulungagung Angkat Tangan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Karyawan pabrik kecap kuda saat menaikan botol kecap ke atas mobil terbuka
Karyawan pabrik kecap kuda saat menaikan botol kecap ke atas mobil terbuka

i

BACASAJA.ID - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Tulungagung (Disperindag dan Pasar) angkat tangan tanggapi kenaikan harga kedelai.

Disperindag dan Pasar berdalih kenaikan kedelai ini terjadi secara global. Di sisi lain pengusaha makanan yang menggunakan kedelai harus berdarah-darah. Mereka harus mengakali usahanya agar tak gulung tikar.

Kabid Perdagangan Disperindag dan Pasar Kabupaten Tulungagung, Nur Laili katakan pihaknya tak bisa ikut campur dalam mengandalikan harga kedelai.

“Harga (kedelai) tidak bisa kita intervensi karena sifatnya internasional,” kata Nur laili.

Meski demikian pihaknya berharap agar pengusaha tahu, tempe dan kecap tetap produksi meski harus menaikan hara atau mengurangi ukuran.

“Untuk masyarakat tetaplah mengkonsumsi tahu tempe, enggak usah mencari sumber protein lain,” harap Nur laili.

Menurut datanya, di Tulungagung ada sekitar 250 pengusaha tahu dan tempe. 90 persen kedelai yang digunakan berasal dari impor.

Sementara itu pengusaha kecap merk Kuda Han Kioe, Hendra (41) harus mengurangi produksinya hingga 50 persen agar bisa bertahan.

Meski demikian Hendra enggan menaikan harga jual kecap yang sudah menjadi trade mark Tulungagung tersebut.

Dari yang biasanya sekitar 1000 botol perhari, kini produksinya diturunkan menjadi separuhnya.

“ini produksi saya turunkan separuhnya,” jelasnya.

Setiap minggu dirinya menggunakan hampir 3 kwintal kedelai untuk produksi kecap. Kedelai digunakan unutk bumbu pembuatan kecap.

Kedelai merupakan satu dari 2 bahan pembuatan kecap selain gula kelapa.

Dirinya mencoba meredam kenaikan harga jual kecap, meski diakui sesekali harus merugi.

“kami akan produksi terus, karena tidak sepenuhnya profit eriented,” jelas pria ramah tersebut.

Serupa, pengusaha tahu asal desa Bendo Kecamatan Gondang, Miyanto juga keluhkan kenaikan harga kedelai.

Kenaikan harga kedelai di pasaran sudah terjadi sejak November 2021 lalu. Saat itu harga kedelai masih di harga Rp 9.800.

Namun saat ini, harga kedelai justru melambung diangka Rp 11.500 per kilogram. Mengakali kenaikan ini, Miyanto memilih mengurangi ukuran tahu produksinya.

“Produksi otomatis menurun, untuk ukuran saya kurangi 2cm,” kata Miyanto, Rabu (23/2).

Meski sudah mengurangi ukuran, Miyanto mengaku tak sesuai dengan ongkos produksi akibat kenaikan harga kedelai.

Bak jatuh tertimpa tangga, kondisi ini diperparah dengan kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng. Kebanyakan pelangganya adalah pengusaha gorengan.

Akibatnya pemilik usaha gorengan mengurangi pembelian tahu dan tempe.

“Jadi sama kayak efek domino, harga minyak goreng mahal dan stok langka, pembelian tahu menurun, ditambah harga kedelai yang mahal,” jelasnya. (JP/t.ag/RG4)

Berita Terbaru

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, sebagai tersangka. Silmy ditetapkan t…

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

SURABAYA – Di tengah sorotan publik atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang menyeret sebuah spa di kawasan Jalan HR M…

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

BANDUNG- Sengketa kepemilikan lahan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terus berguir. Konflik yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan pihak…

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan Mark-Up anggaran Kontrak…