KKN Masa Pandemi, Begini Siasat Mahasiswa Untag

bacasaja.id
Mahasiswa Untag, Diby Aprilya Sasongko saat melaksanakan Program KKN

BACASAJA.ID - Sejak pandemi masuk ke Indonesia pada bulan Maret tahun 2020, Pemerintah mulai menetapkan kebijakan agar peserta didik dari PAUD hingga Universitas melakukan proses belajar di rumah masing-masing secara daring atau online.

Tidak hanya itu saja, bahkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau yang biasa disebut KKN juga dilakukan di rumah masing-masing mahasiswa.

Baca juga: DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

Hal ini juga diterapkan oleh Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Ada sekitar 1.200 an mahasiswa yang melakukan KKN Reguler di Untag yang harus membuat program kerja.

Nantinya akan diterapkan di wilayah tempat tinggal mereka. Ini merupakan langkah UNTAG Surabaya untuk memutus rantai penyebaran covid 19 dan meminimalisir adanya klaster baru.

Salah satu mahasiswa yang enjoy melakukan KKN di sekitar rumah adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNTAG Surabaya, Diby Aprilya Sasongko.

Sejak tanggal 17 Desember 2020, Diby telah melakukan KKN yang bertajuk Mahasiswa Mengajar di Era New Normal. Yang ia ajarkan tidak hanya seputar pelajaran akademis seperti, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris saja. Tetapi juga pelajaran non akademis, seperti public speaking, pendidikan karakter, dan bercocok tanam. Program ini berlangsung dari pukul 9 pagi sampai 11 siang, seperti sekolah biasa.

Baca juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center di Surabaya, Dorong Transformasi Industri dan Keamanan Digital

“Iya, jadi anak-anak mulai berkumpul jam set 9, dan mulai absen sekitar jam 9 pagi. Ada alasan tersendiri sih kenapa saya pilih pagi, yaitu agar anak-anak mulai terbiasa dengan aktivitas mereka di pagi hari untuk belajar atau sekolah seperti biasanya. Karena yang saya lihat sejak belajar di rumah, anak-anak merasa liburan gitu, main gadget, bahkan jarang banget belajarnya” papar Diby, Kamis (14/1/2021).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Diby di daerah Wonosari Kidul Surabaya ini juga bertujuan untuk memajukan kampungnya dan membiasakan warga membaca, dengan membuat majalah kampung.

Majalah yang ia beri nama WSK Magazine ini nantinya diperuntukkan bagi warga sekitar, secara gratis. “Majalah ini sifatnya majalah gratis atau free magz yang saya sediakan dalam 2 versi, yaitu pdf dan cetak. Nah, kalau untuk cetak jumlahnya memang lebih terbatas sih”, ungkapnya sambil tersenyum.

Baca juga: Penuh Kehangatan, Peringatan Hari Lansia di Kapas Madya Baru Diwarnai Aksi Sosial

Mahasiswa yang sedang menempuh semester 7 ini berharap, WSK Magazine bisa menjadi media penyambung lidah antara perangkat kampung dan warga. Rencananya, majalah kampung ini akan dirilis pada bulan Januari 2021.

“Selama ini ada beberapa warga yang tanya, siapa sih RW nya, siapa sih RT nya, mau ngurus surat kependudukan ke siapa sih. Jadi pada volume pertama majalah ini saya akan memperkenalkan perangkat desanya dulu, dan anggota karang taruna, agar warga tahu dan kenal. Selain itu juga akan beberapa artikel kegiatan yang sudah terjadi, agar masyarakat yang dirumah tetap akan bisa membayangkan atau paling tidak tau ada kegiatan apa aja di kampungnya selama ini” pungkasnya. (Byta)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru