SURABAYA – Ancaman banjir di tengah cuaca ekstrem kembali menjadi sorotan DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi A sekaligus Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Cahyo Siswo Utomo, menegaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya harus lebih tanggap dan memahami secara detail peta titik-titik rawan genangan di kota ini.
Menurut Cahyo, kesiapsiagaan aparat BPBD tidak bisa hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi. Lembaga tersebut, tegasnya, semestinya memiliki data komprehensif dan real time terkait kawasan rawan bencana — mulai dari titik genangan air, potensi longsor, hingga area berisiko tinggi terhadap keselamatan warga.
Baca juga: SILPA APBD Surabaya Rp516,826 Miliar, Anggota DPRD dari Nasdem ini Malah Curiga, Ada Apa?
“Kami berharap BPBD benar-benar mengetahui dan memantau titik-titik rawan. Jangan menunggu genangan meluas baru turun tangan. Respons cepat dan pemetaan akurat itu mutlak,” ujar Cahyo kepada Lentera Today, Jumat (7/11/2025).
Politisi PKS itu mengingatkan bahwa sejumlah kawasan di Surabaya sudah berulang kali menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur. Bahkan, tak sedikit warga yang menjadi korban akibat terperosok ke kubangan yang tak terlihat.
Baca juga: Dukung Penolakan Warga Barata Jaya, DPRD Surabaya Desak Audit Izin Toko Miras Spiritshaus
“Ketika cuaca ekstrem terjadi, petugas BPBD harus sudah berada di lapangan. Jangan sampai ada korban karena kelalaian atau keterlambatan respon. Mitigasi harus diperkuat, bukan hanya formalitas laporan,” sindirnya.
Cahyo menilai, kecepatan dan ketepatan BPBD dalam merespons cuaca ekstrem akan menjadi indikator utama efektivitas lembaga tersebut di mata publik. Ia juga meminta Pemkot Surabaya memastikan seluruh perangkat daerah terkait saling terintegrasi dalam sistem peringatan dini agar langkah mitigasi tidak berjalan sendiri-sendiri.
Baca juga: DPRD Surabaya: Pejabat Pemkot Jangan Malas!
Diketahui, hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Surabaya pada Rabu (5/11/2025) sore menyebabkan 23 pohon tumbang dan genangan di sejumlah titik.
Kondisi ini menandakan kesiapsiagaan pemerintah kota masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. (dims)
Editor : Redaksi