Membongkar Jaringan Judol dan Scam Internasional Beromzet Ratusan Miliar di Batam

Reporter : Redaksi
Ilustrasi judi online (Foto: Unsplash)

BATAM- Aktivitasnya nyaris tak terdengar. Kantornya tampak biasa. Usahanya terlihat legal. Namun di balik itu, sebuah jaringan besar judi online, love scamming, dan pencucian uang diduga telah lama beroperasi dari Kota Batam. Jaringannya rapi, lintas negara, dan bergerak senyap. 

Dilansir Batamnews, Jumat, 6 Maret 2026, tim menemukan perputaran uang dari jaringan ini mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah setiap bulan. Skala itu menjadikannya salah satu jaringan kriminal terbesar yang diduga beroperasi dari Indonesia. 

Baca juga: SKANDAL LAHAN KAMPUNG TUA BATAM: Tenaga Ahli Kepala BP Batam Diduga ‘Lompati’ Hukum, Jual Lahan Adat Senilai Rp1 Miliar!

Operasi Senyap Berskala Internasional 

Jejak operasi jaringan ini tidak berhenti di Batam. Aktivitasnya terhubung hingga ke luar negeri. Pengusaha lokal berperan menjalankan operasional, sementara modal dan kendali utama datang dari luar Indonesia. 

“Pengusaha lokal menjalankan bisnisnya, sementara modal dari pengusaha luar negeri,” ujar seorang sumber ini dikutip dari Batamnews. 

Dana yang beredar disebut berasal dari berbagai kejahatan terorganisasi. Mulai dari judi online lintas negara, love scamming yang menyasar korban internasional, penyelundupan minuman keras, hingga perdagangan narkoba. Semua bermuara pada satu tujuan: uang. 

Tokoh Sentral yang Sulit Tersentuh 

Nama tokoh utama dalam jaringan ini beberapa kali muncul dalam berbagai informasi informal. Namun hingga kini ia nyaris selalu lolos dari proses hukum. Sumber Batamnews menduga ada perlindungan dan keistimewaan tertentu yang membuat bisnis tersebut terus berjalan. 

Setiap kali terjadi penindakan terhadap jaringan sejenis, pola operasi mereka berubah. Sistem dibuat lebih rapi dan semakin tertutup. 

“Sekarang cara mainnya jauh lebih sulit terdeteksi,” kata sumber tersebut. 

Hotel dan Diskotek Diduga Jadi Tempat Pencucian Uang 

Uang hasil judi online dan love scamming tidak disimpan begitu saja. Dana itu dialirkan ke berbagai unit usaha formal. Yang paling menonjol adalah hotel dan tempat hiburan malam, termasuk diskotek. 

Di tempat-tempat inilah proses pencucian uang diduga berlangsung. Tingginya transaksi dan arus kas menjadi celah untuk menyamarkan asal-usul uang. 

Di balik aktivitas hiburan malam, sumber menyebut sejumlah bisnis lain juga berjalan, seperti penjualan minuman keras ilegal, judi online terselubung, hingga peredaran narkoba jenis baru sejenis vape narkotika. 

“Di sana uangnya dicuci supaya tampak bersih,” ujar sumber Batamnews. 

Baca juga: Profil Adi Santoso, Pengendali PT PMM yang Terseret Kasus 390 Ton Mineral Diduga Mengandung LTJ di Batam

Aktivitas ini berjalan terbuka namun sulit ditembus publik. Jaringannya bekerja sistematis, melibatkan banyak orang, dan dibungkus dengan izin usaha yang terlihat legal. 

Membentuk Perusahaan untuk Mengaburkan 

Jejak Untuk semakin menyamarkan aliran dana, jaringan ini juga membangun sejumlah usaha di sektor formal lain. Beberapa bidang yang disebut antara lain properti, agensi, perdagangan, hingga berbagai usaha jasa. Tujuannya satu: mengaburkan asal-usul uang. 

“Dia membangun jaringan bisnis di sektor formal untuk mengelabui aliran dana,” ujar sumber. 

Penelusuran Batamnews mencatat, perusahaan-perusahaan yang diduga terafiliasi jumlahnya mencapai belasan perusahaan. 

Secara administratif mereka berdiri sendiri, tetapi diduga saling terhubung dalam satu jaringan. 

Kendali Diduga Tetap di Tangan Orang Luar 

Meski yang terlihat di lapangan adalah pengusaha lokal, kendali utama jaringan ini diduga berada di tangan pihak asing. Beberapa orang kepercayaan dari luar negeri disebut datang secara berkala ke Batam untuk memastikan seluruh operasional berjalan sesuai rencana. 

Baca juga: Tak Hanya Dugaan Pembajakan, Muatan Minyak MT Fenghuang Juga Dicurigai Bermasalah

“Pengusaha luar negeri itu mengirim orang kepercayaan untuk mengontrol bisnisnya,” kata sumber lain. 

Pengusaha lokal berperan sebagai operator lapangan yang menjalankan aktivitas harian—mulai dari mengelola usaha hingga merekrut tenaga kerja. 

Batam Diduga Jadi Salah Satu Pusat Jaringan 

Melihat skala operasi, pola pencucian uang, serta keterlibatan jaringan internasional, Batam diduga menjadi salah satu pusat operasi judi online dan scamming terbesar di Indonesia. 

Namun jaringan ini bekerja sangat rapi. Di permukaan, semua tampak seperti aktivitas bisnis biasa. 

Batamnews masih menelusuri lebih jauh nama-nama yang terlibat, lokasi usaha yang terhubung dalam jaringan ini, serta aliran dana antarperusahaan. 

Laporan lanjutan akan mengungkap lapisan berikutnya dari bisnis gelap yang beroperasi di balik wajah legal Kota Batam. (Tim Investigasi Batamnews.co.id)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru