Peminat Kopi Trawas Mojokerto Membludak, Banyak Dipesan Pengusaha Kafe

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Mojokerto saat melakukan petik kopi di perkebunan Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu. Dok. Bumdes Ketapanrame.
Bupati Mojokerto saat melakukan petik kopi di perkebunan Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu. Dok. Bumdes Ketapanrame.

i

MOJOKERTO - Kopi Trawas, salah satu komoditas unggulan khas Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, saat ini kewalahan memenuhi permintaan pasar, karena naiknya permintaan dari para pemilik kafe dan restoran di berbagai daerah.

Kopi Trawas ditanam di lahan hutan produksi milik Perhutani seluas 67 hektar dengan ketinggian di atas 1100 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pengelolaannya dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Mugo Lestari yang beranggotakan 280 orang petani.

Jenis kopi yang dibudidayakan di kawasan ini mayoritas adalah Arabica, mencapai 90%, sementara 10% sisanya adalah Robusta. Hasil panen per tahun masih berkisar antara 40-50 ton. Namun, jika dikelola secara serius, potensinya bisa mencapai 100 ton per tahun.

Pasar utama Kopi Trawas adalah pasar dalam negeri, baik di Mojokerto maupun beberapa wilayah lain, seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Solo, Jogja, dan sekitarnya. Pembeli utama adalah para pemilik kafe yang mencari kopi berkualitas tinggi untuk menu mereka.

Selain dijual dalam bentuk biji mentah, Kopi Trawas juga dikemas dalam bentuk bubuk. Hal ini memudahkan konsumen untuk menikmati kopi dengan praktis.

Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin, Jumat (28/6/2024) menerangkan, selain menjadi komoditas ekonomi, Kopi Trawas juga menjadi bagian dari paket wisata desa. Wisatawan yang berkunjung ke Trawas dapat belajar tentang proses perawatan, pemanenan, dan pengolahan kopi, serta membeli Kopi Trawas sebagai oleh-oleh.

Kopi Trawas di Lereng Gunung Welirang, Kabupaten Mojokerto dikenal memiliki cita rasa khas. Perbedaan mencolok dari kopi Trawas jenis arabika maupun robusta dibandingkan daerah lain yakni, dari biji kopi yang manis hingga aromanya lebih kuat saat proses penyangraian dan berkualitas.

"Kopi Trawas memiliki aroma dan cita rasa yang khas. Kami bersyukur permintaan pasar terus meningkat. Namun, kami masih terkendala oleh terbatasnya produksi," ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah telah memberikan dukungan berupa pelatihan peningkatan kapasitas petani, penyediaan fasilitas pengolahan, dan akses pasar. Dengan upaya tersebut, diharapkan produksi Kopi Trawas dapat terus meningkat dan memenuhi permintaan pasar yang besar.

Lahan terluas kebun kopi di Mojokerto Raya berada di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. Kebun kopi berada di kawasan Perhutani, persis di arah selatan Desa Ketapanrame, pegunungan Welirang. (Kominfo)

Tag :

Berita Terbaru

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, sebagai tersangka. Silmy ditetapkan t…

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

SURABAYA – Di tengah sorotan publik atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang menyeret sebuah spa di kawasan Jalan HR M…

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

BANDUNG- Sengketa kepemilikan lahan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terus berguir. Konflik yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan pihak…

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan Mark-Up anggaran Kontrak…